Senin, 31 Januari 2011
makna sebuah selebrasi 2 jari telunjuk mengarah ke langit
Goooooooaaaaall !!!!!!!!!
Seberapa banyak yang tahu bahwa selebrasi seperti gambar di atas adalah tindakan melanjutkan tradisi mistis pra-Kristen?
Coba anda menyaksikan pertandingan-pertandingan sepak bola, baseball atau american football. Saat para atlet profesional itu melakukan gol ke gawang lawan, home run atau touchdown, ada segelintir atlet yang melakukan selebrasi dengan menunjuk langit sebagai ucapan syukur kepada Tuhan. Maka dari itu seberapakah yang tahu bahwa selebrasi itu melanjutkan tradisi mistis pra-Kristen dengan mengakui kekuatan mistis di atas yang, untuk waktu singkat, telah mengubah mereka menjadi dewa yang mampu melakukan tindakan-tindakan ajaib.
(dikutip dari novel karya Dan Brown: The Lost Symbol)
Minggu, 30 Januari 2011
pola konsumsi yang aneh
Judul yang saya pilih tampaknya sesuai dengan keadaan pola konsumsi di kota semarang. Saya tinjau dari beberapa kali kejadian yang kini bisa saya simpulkan sebagai pola konsumsi "khas kota semarang".
Walau tampaknya terlalu men-Generalisasikan pola konsuimsi di kota ini, tapi marilah kita sikapi sebagai untaian diskusi santai. Langsung saja pada pokok pembahasan, yaitu acap kali saya temukan masyarakat di kota semarang adalah pribadi-pribadi unik yang sangat mementingkan "prestige" ketimbang kenyamanan, karena tidak semua hal yang mempunyai harga selangit berbanding lurus dengan kemampuannya memberikan timbal balik yang sesuai untuk konsumennya..

Saya ambil contoh dari salah satu event di sebuah mall di kota semarang. Di mall itu sedang diadakan event midnight sale, saat itu saya berpikir untuk kesana dan membeli sesuatu yang memang saya butuhkan dan berharap barang itu juga dalam program diskon besar. Kemudian saya memberikan tawaran kepada beberapa teman saya untuk pergi kesana, namun banyak yang menolak dikarenakan sebuah alasan, sebuah alasan yang mengangkat pembahasan ini. Alasannya sangat simple, mereka tidak mau membeli barang diskon (baca: barang murah). Sungguh saya bingung pada hal itu, apa salahnya barang diskon? alhasil hanya 2 orang teman dari toal 6 orang yang saya beri ajakan yang mau pergi kesana.Dan, sewaktu disana ternyata barang yang saya inginkan di diskon habis-habisan, tentu barang yang memang saya butuhkan itu masuk dalam keranjang belanja. Nah, ini juga keanehannya, setelah beberapa hari event tersebut di gelar, saya memakai barang itu, kemudian salah seorang teman yang pernah menolak ajakan saya bertanya, " Barang itu beli dimana? kok bagus. ada model atau warna lain ga?" . Kemudian saya jawab " Di midnight sale kemarin, murah banget loh". Kemudian dia membalas lagi, "Wah boleh juga, midnight sale
nya masih ada ga disana? anterin yuk". Nah, bagaimana menurut anda? jika anda berpikir jawaban teman saya saat menoloak ajakan saya adalah lelucon buatan dia, saya ragu. Karena saya lebih mengenalnya, dan saya tahu dia jujur saat mengatakan tidak mau membeli barang diskon (sekali lagi baca: barang murah), dan dia jujur juga saat merubah pikirannya untuk kemudian memberikan tawaran pada saya untuk menemaninya.
Kemudian, kita ke peristiwa kedua. Bahwa pola konsumsi di kota semarang bisa saya katakan sebagai pola konsumsi yang "kagetan". Saya ambil contoh pada sebuah restoran cepat saji. Saat restoran itu pertama kali di buka, semua orang berbondong-bondong untuk mencicipi masakan restoran tersebut, hingga memnyebabkan antrian tak terkendali di tempat itu. Namun sebulan setelahnya, restoran itu menjadi sepi, tak terkendali juga. Tidak hanya pada satu restoran itu, di beberapa restoran lain juga mengalami hal sama setelah pertama kali di buka dan begitu juga sebulan kemudian.
Sebenarnya masih banyak kasus lain yang bisa menjadi contoh untuk memberikan penilaian terhadap pola konsumsi yang saya sebut "aneh" itu. Namun saya rasa cukup dan akan saya kembalikan pada siapa saja yang membaca postingan saya ini, Apakah anda seseorang yang menjujung tinggi prestige dan memiliki tingkat kecenderungan serangan jantung yang akut saat sebuah hal baru muncul?
Langganan:
Postingan (Atom)
