Minggu, 13 Februari 2011

model rambut byar-pet

kejadian ini dialami ama adek gw yang lagi potong rambut (tentu saja rambut di kepala). dengan langkah mantap atas suruhan nyokap, yah terpaksa sebenarnya, seperti hal nya gw di jaman SMP pengen punya rambut panjang tapi ga bakal di ijinin nyokap. Nah waktu adek gw ke tukang potong rambut madura di deket rumah dia minta ama si abang buat potong model 1-2-1 ato 1 cm kanan 2 cm atas 1 cm kiri, army look gtu lah. dan setelah setengah jalan bagian kanan sudah mantap tercukur dan memenuhi tuntutan adek gw dengan kepanjangan 1 cm. Lalu di lanjutkan ke bagian atas, gw juga ga tau knpa si abang memualai dari bagian kanan dulu, mungkin karena dia punya filosofi kalo kanan adalah pengikut kebaikan. terus bagian atas mulai di potong setengah bagian, tiba-tiba listrik di daerah rumah gw mati tentunya tempat potong rambut itu juga ikutan mati. Dengan sedikit menahan tawa yang terselubung di balik rona memelas untuk diampuni si tukang potong minta maaf k adek gw karena dengan terpaksa dia harus menyudahi kegiatannya dengan hasil rambut di kepala adek gw hanya terpotng setengah. Wow! kalo gw ikut di situ pasti bakal ketawa terbahak-bahak untuk membangkitkan tawa si tukang potong rambut itu yang tertahan. Dengan muka polos namun malu di dalam, adek gw berjalan pulang ke rumah, setelah itu nyokap gw yang kaget melihat hasilnya karena bentuk adek gw jadi mirip durian yang terlindas truk di setengah bagian. Nyokap marah lantaran kenapa si tukang cukur tidak berimprovisasi untuk melanjutkan kegiatannya dengan tindakan manual, dengan gunting. Untung hanya berselang sekitar 2 jam listrik di daerah tempat gw tinggal kembali menyala. Dengan langkah seribu adek gw dengan langkah mantap, kali ini dengan sangat tidak terpaksa dia kembali ke tempat potong rambut itu untuk meminta pertanggung jawaban. Untung cuma 2 jam, kalo sampe bsok pagi mungkin nyokap gw bakal ke tempat si abang tukang potong buat membalas dendam dengan memotong rambut si abang dengan gunting rumput. Yah, di jaman serba maju ini manusia emang lebih suka bergantung pada kemajuan teknologi untuk membantu pekerjaannya. Untung itu di tempat potong rambut, coba kalo di tempat khitan yang menggunakan laser, ato mungkin tempat khitan yang memakai pisau bertenaga listrik (kalo ada sih) dan tiba-tiba pas setengah jalan listrik mati, gw ga bs ngebayangin bentuk "titit" yang akan tercipta. hhahahahaha

Jumat, 04 Februari 2011

jangan cuma sambel pak!!


Ini kejadian yang aneh dan bikin dongkol. Jadi gini, beberapa hari yang lalu gw pergi ke kantor pos di tembalang, semarang, buat ngirim surat yang diminta ama nyokap gw. Surat yang penting dan bener2 dibutuhin ama nyokap buat kelengkapan di kantornya itu gw kirim pake paket kilat bakal sampe dalam 3 hari, yap dan itu bener dalam waktu 3 hari surat itu sampe di rumah. Nyokap gw telfon kalo uda sampe, so gw puas lah ama kinerja pos indonesia tapi ga dalam waktu yang lama, karena omongan nyokap gw trnyat blm kelar, nyokap gw kemudian melanjutkan pembicaraan yang membuat kepuasan gw tadi hancur berantakan, karena surat yang gw kirim ternyata sampe di rumah dengan keadaan lebih mirip tempe penyet daripada sebuah surat yang terbungkus dalam amplop besar. Kata nyokap gw suratnya banyak sambel uleknya!! (kenapa ga sekalian ama tempe nya?!) langsung dah tu nyokap gw komplain ke si pak pos, ga cuma di situ, nyokap jg komplain k kantor pos pusat atas pelayanan yang ternyata tidak bertanggung jawab. Gw jg akan melakukan hal yang sama sekalingus marah besar pastinya karena surat itu amat penting dan buat dapetin surat itu juga susah setengah mati. Nah, kalo ada salah satu pembaca yang bekerja di pos atau keluarganya kerja di situ tolong tanyain deh, sekarang di pos indonesia atau di kantor-kantor pos di Indonesia itu kerjanya dalam hal surat menyurat atau bergerak di bidang kuliner?? dan kalo bisa, tar ada kejadian mirip pengalaman gw ini kalo bisa neh... sekalian ama tempe dan lalapannya ya. Jangan cuma sambel doank :)

Ironisnya negeri ini

Unjuk rasa atau demonstrasi ("demo") adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok.
Unjuk rasa umumnya dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah, atau para buruh yang tidak puas dengan perlakuan majikannya. Namun unjuk rasa juga dilakukan oleh kelompok-kelompok lainnya dengan tujuan lainnya.
Unjuk rasa kadang dapat menyebabkan pengrusakan terhadap benda-benda. Hal ini dapat terjadi akibat keinginan menunjukkan pendapat para pengunjuk rasa yang berlebihan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Unjuk_rasa)

Dari penjelasan di atas dikatakan bahwa umumnya dilakukan oleh mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah. Ya memang pada umumnya seperti itu, tapi kini muncul fenomena-fenomena bahwa mahasiswa yang melakukan demo bukan dengan tujuan utama menentang kebijakan pemerintah namun lebih tepat ke arah memenuhi tuntutan  cacing-cacing demonstran yang melakukan unjuik rasa di perut para mahasiswa. Mahasiswa dijadikan alat demo yang efektif karena dinilai memiliki semangat dan suara yangt lantang demi sesuap nasi, sebenarnya. Karena ternyata banyak aksi demo mahasiswa yang memiliki sokongan dana dari oknum-oknum tertentu. Tak jarang demo besar-besaran yang disertai kekerasan dilakukan entah itu oleh mahasiswa, buruh atau masyarakat ternyata digunakan untuk menutup berita lain yang sedang diperbincangkan. Hal yang sebenarnya lebih penting dan sedang di ulas dalam berbagai media kemudian oleh oknum-oknum tertentu ditutup dengan memberi berita baru pada media, dan hal yang paling mudah untuk melakukannya adalah dengan menggerakan massa. Ironis memang, bahwa dahulu unjuk rasa yang dikenal sebagai sarana efektif untuk menyuarakan aspirasi rakyat, kini menjadi sarana yang efektif pula untuk berbisnis.

Selasa, 01 Februari 2011

perbedaan


















Dalam film ini ada sebuah kalimat yang menyatakan bahwa hanya ada 2 perbedaan antar individu, yaitu Orang baik yang melakukan kebaikan dan Orang jahat yang melakukan kejahatan. Tak ada perbedaan lain selain hal itu. Seperti apa yang sering saya dan kekasihku pikirkan, kenapa TUHAN menciptakan kita berbeda-beda bila DIA ingin disembah dengan satu cara?
Saya Erlangga Tahta Kusumanegara, akan menikahimu Christiana Okky Augusta Lovenia. Amin

coba-coba foto pake hape

pencil is the best weapon of art


pencil is the best weapon of art





Senin, 31 Januari 2011

makna sebuah selebrasi 2 jari telunjuk mengarah ke langit


Goooooooaaaaall !!!!!!!!!











Seberapa banyak yang tahu bahwa selebrasi seperti gambar di atas adalah tindakan melanjutkan tradisi mistis pra-Kristen?
Coba anda menyaksikan pertandingan-pertandingan sepak bola, baseball atau american football. Saat para atlet profesional itu melakukan gol ke gawang lawan, home run atau touchdown, ada segelintir atlet yang melakukan selebrasi dengan menunjuk langit sebagai ucapan syukur kepada Tuhan. Maka dari itu seberapakah yang tahu bahwa selebrasi itu melanjutkan tradisi mistis pra-Kristen dengan mengakui kekuatan mistis di atas yang, untuk waktu singkat, telah mengubah mereka menjadi dewa yang mampu melakukan tindakan-tindakan ajaib.

(dikutip dari novel karya Dan Brown: The Lost Symbol)

Minggu, 30 Januari 2011

pola konsumsi yang aneh

 Judul yang saya pilih tampaknya sesuai dengan keadaan pola konsumsi di kota semarang. Saya tinjau dari beberapa kali kejadian yang kini bisa saya simpulkan sebagai pola konsumsi "khas kota semarang". 
Walau tampaknya terlalu men-Generalisasikan pola konsuimsi di kota ini, tapi marilah kita sikapi sebagai untaian diskusi santai. Langsung saja pada pokok pembahasan, yaitu acap kali saya temukan masyarakat di kota semarang adalah pribadi-pribadi unik yang sangat mementingkan "prestige" ketimbang kenyamanan, karena tidak semua hal yang mempunyai harga selangit berbanding lurus dengan kemampuannya memberikan timbal balik yang sesuai untuk konsumennya.. 

Saya ambil contoh dari salah satu event di sebuah mall di kota semarang. Di mall itu sedang diadakan event midnight sale, saat itu saya berpikir untuk kesana dan membeli sesuatu yang memang saya butuhkan dan berharap barang itu juga dalam program diskon besar. Kemudian saya memberikan tawaran kepada beberapa teman saya untuk pergi kesana, namun banyak yang menolak dikarenakan sebuah alasan, sebuah alasan yang mengangkat pembahasan ini. Alasannya sangat simple, mereka tidak mau membeli barang diskon (baca: barang murah). Sungguh saya bingung pada hal itu, apa salahnya barang diskon? alhasil hanya 2 orang teman dari toal 6 orang yang saya beri ajakan yang mau pergi kesana.Dan, sewaktu disana ternyata barang yang saya inginkan di diskon habis-habisan, tentu barang yang memang saya butuhkan itu masuk dalam keranjang belanja. Nah, ini juga keanehannya, setelah beberapa hari event tersebut di gelar, saya memakai barang itu, kemudian salah seorang teman yang pernah menolak ajakan saya bertanya, " Barang itu beli dimana? kok bagus. ada model atau warna lain ga?" . Kemudian saya jawab " Di midnight sale kemarin, murah banget loh". Kemudian dia membalas lagi, "Wah boleh juga, midnight sale
nya masih ada ga disana? anterin yuk". Nah, bagaimana menurut anda? jika anda berpikir jawaban teman saya saat menoloak ajakan saya adalah lelucon buatan dia, saya ragu. Karena saya lebih mengenalnya, dan saya tahu dia jujur saat mengatakan tidak mau membeli barang diskon (sekali lagi baca: barang murah), dan dia jujur juga saat merubah pikirannya untuk kemudian memberikan tawaran pada saya untuk menemaninya.


Kemudian, kita ke peristiwa kedua. Bahwa pola konsumsi di kota semarang bisa saya katakan sebagai pola konsumsi yang "kagetan". Saya ambil contoh pada sebuah restoran cepat saji. Saat restoran itu pertama kali di buka, semua orang berbondong-bondong untuk mencicipi masakan restoran tersebut, hingga memnyebabkan antrian tak terkendali di tempat itu. Namun sebulan setelahnya, restoran itu menjadi sepi, tak terkendali juga. Tidak hanya pada satu restoran itu, di beberapa restoran lain juga mengalami hal sama setelah pertama kali di buka dan begitu juga sebulan kemudian.

Sebenarnya masih banyak kasus lain yang bisa menjadi contoh untuk memberikan penilaian terhadap pola konsumsi yang saya sebut "aneh" itu. Namun saya rasa cukup dan akan saya kembalikan pada siapa saja yang membaca postingan saya ini, Apakah anda seseorang yang menjujung tinggi prestige dan memiliki tingkat kecenderungan serangan jantung yang akut saat sebuah hal baru muncul?